LGBT dan Hak Asasi di Indonesia

BukaIndo.com - Lesbian Gay Bisexual Transgender atau yang disingkat dengan LGBT kembali menjadi topik panas setelah Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, memberikan pernyataan bahwa kaum ini tidak boleh masuk ke kampus dikarenakan dapat merusak moral dan nilai-nilai kesusilaan bangsa. Tentu saja hal tersebut mendapat kecaman dari komunitas LGBT Indonesia dan pendukungnya.

Masyarakat Indonesia banyak yang menentang keberadaan kaum LGBT terutama bagi mereka yang merasa dirinya religius. Konflik ini sampai sekarang nampaknya belum ada solusi yang jelas. Harus dikemanakan kaum ini? mereka juga warga negara Indonesia dan mempunyai hak yang sama, perbedaannya hanya di orientasi seksual. Sebelum menghakimi orang lain sebaiknya memikirkan bagaimana apabila kita di posisi mereka, bukankah kita selalu diajari untuk menghargai sesama tanpa diskriminasi.


Image courtesy of Eduardo Vidal on Facebook
Di negara Amerika dan beberapa negara di Eropa, kaum minoritas ini sangatlah dilindungi haknya sebagai warga negara bahkan sudah melegalisasi perkawinan sesama jenis. Mereka juga mendapatkan benefit dan perlakuan yang sama seperti kalangan heteroseksual.

Informasi yang patut kamu ketahui dibawah ini:

  • HIV dan AIDS tidak sama, orang yang terinfeksi HIV (virus) belum tentu menderita AIDS (kondisi). Saat sekarang HIV sudah bukan death sentence lagi seperti 10-20 tahun yang lalu.
  • Tidak cuma komunitas LGBT yang bisa terjangkit HIV tapi heteroseksual juga bahkan persentasenya lebih tinggi.
  • Jangan samakan pedopil (Phedophile) dengan LGBT karena pedopil itu penyakit kejiwaan yang memiliki nabsu seksual dengan anak di bawah umur.

Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment