Menolak Tegas Bakal Calon Gubernur di Pilgub DKI, Risma Setia dengan Surabaya

BukaIndo.com - Seolah berbanding terbalik dengan Ridwan Kamil, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sudah menolak tegas tentang bakal pencalonannya menjadi Cagub di Pilgub DKI tahun 2017. Ada alasan kuat dibalik enggannya Risma, begitu beliau disapa untuk ikut andil dalam Pilgub DKI. Dengan penolakan yang dilakukan oleh beliau, sudah dapat dibuktikan bahwa Risma tetap setia dengan Surabaya.

Image Source: Walikota Surabaya Risma on Facebook
Mengemban Amanah Lebih Penting Ketimbang Sibuk dengan Pilgub DKI
Alasan Risma menolak tegas untuk ikut maju dalam Pilgub DKI adalah amanah yang diembang beliau kepada rakyat Surabaya. Risma sudah berjanji bahwa akan mempimpin Surabaya dengan sebaik-baiknya. Dan alasan Risma dalam mengemban amanah itupun juga diperkuat oleh pernyataan wakil Walikota Surabaya, Whisnu. Whisnu menuturkan bahwa Risma pasti akan hormat dengan amanah yang diembannya. Karena dengan terpilihnya kembali menjadi Walikota Surabaya, Risma yakin bahwa rakyat Surabaya begitu percaya dengan konsistensi beliau untuk terus memperbaiki dan menghidupkan Surabaya dengan lebih baik.

Belum Terpikirkan untuk Pilgub DKI
Bagi Risma, Surabaya adalah yang menjadi fokus utama saat ini. Untuk Pilgub DKI, Risma sendiri mengaku sama sekali belum terpikirkan mengenai perebutan kursi politik tersebut. Risma akan tetap fokus dengan Surabaya. Jika Risma meninggalkan Surabaya, beliau tidak dapat berpikir seperti apa kelak nasib rakyat Surabaya tanpa ada pengawalan dari dirinya. Untuk itu pula Walikota Surabaya pertama perempuan ini akan menolak permintaan partai yang mengusungnya, PDIP jika dicalonkan di Pilgub DKI nanti.

Tanpa Dukungan Rakyat Surabaya, Risma Tidak akan Menjadi Walikota
Risma harus menghormati pilihan rakyat Surabaya yang begitu mempercayakan dirinya untuk kembali mengelola kota arek-arek Surabaya itu. Risma lebih memilih untuk mempertahankan amanah rakyat Surabaya ketimbang politik. Tanpa adanya dukungan dari rakyat Surabaya, Risma tentunya tidak akan dipercaya untuk menjadi walikota mereka.

Wacana Terkait Pilgub DKI, Tidak Mengusik Risma
Tentunya Risma sendiri tidak menyanggah adanya wacana dirinya akan disandingkan dengan nama-nama walikota dan gubernur yang memiliki prestasi gemilang. Seperti Ahok, Ridwan Kamil, dan lainnya. Bahkan Gembong Warsono, wakil ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP DKI menyatakan wacana Risma ada di Pilgub DKI dapat terjadi. Sepertinya memang dibalik cagubnya, dunia politik juga turut andil dalam pencalonan Pilgub DKI. Tidak dapat dipungkiri dalam Pilgub DKI nanti bakal ramai ketika calon-calon yang diusung adalah tokoh-tokoh yang berkompten di bidangnya. Namun, sepertinya melihat alasan Risma yang tetap fokus dengan Surabaya, walikota Surabaya yang berhijab ini akan konsisten dengan program-programnya untuk kota Surabaya.

Prestasi Risma Sebagai Walikota Surabaya
Sebagai walikota Surabaya, Risma sudah membuktikan kinerjanya selama ini. Sehingga di tahun 2015, tepatnya di tanggal 5 November lalu, beliau menerima penghargaan BHACA. Yaitu, “Bung Hatta Anti Corruption Award”. Karena beliau termasuk pemimpin yang gencar melakukan pemberantasan terhadap segala tindak dan tanduk berbau korupsi yang ada di Surabaya. Bahkan selain itu, Risma sendiri berhasil beradu konflik dengan PSK di Gang Doli yang akhirnya dapat dibubarkan.
Sepertinya keinginan rakyat Jakarta yang mengharapkan adanya calon Cagub di Pilgub DKI seperti Risma harus bersabar dan menunggu. Karena Risma sudah membulatkan tekadnya untuk tidak ikut maju dalam Pilgub DKI. Tentunya keinginan dan tekad bulat Risma menolak tegas selain amanah juga karena bentuk profesionalisme sebagai Walikota Surabaya terhadap kota yang dipimpinnya. Kesederhanaan sikap dan sifat beliau pun benar-benar ditunjukkan dengan tidak haus akan kekuasaan.

Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment