Perkara Daeng Azis, Sang Penguasa Kalijodo Hingga Pencurian Listrik

BukaIndo.com - Berita tentang Kalijodo santer terdengar ketika Ahok merencanakan penghijauan di wilayah tersebut. Kalijodo memang disebut sebagai salah satu titik hijau yang ada di ibukota. Untuk itu, Kalijodo yang dibangun pemukiman harus segera dibenahi. Pro dan kontra terhadap Kalijodo pun berdatangan. Bahkan yang lebih menghebohkan lagi adalah tindak korupsi listrik yang dilakukan oleh sang penguasa Kalijodo. Dialah pria bernama Abdul Aziz atau yang lebih dikenal dengan Daeng Aziz.



Pencurian Listrik untuk Kafe Intan
Menurut penuturan dari Kombes Daniel Bolly, Kapolres Jakarta Utara, Daeng Aziz adalah pemilik dari kafe Intan. Diketahui bahwa sumber listrik kafe tersebut berasal dari Kalijodo. Sehingga mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga lima ratus juta setiap tahunnya. Kasus pencurian listrik ini tentu tindak kriminal korupsi terhadap pemakaian listrik yang seharusnya setiap bulan membayar biaya pemakaian listrik. Namun, Daeng Aziz tidak melakukan sebagaiman menjadi warga negara yang taat hukum.

Terkena Pasal 51 Ayat 3 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009
Sebelumnya, Daeng Aziz sendiri sudah dicurigai oleh pihak kepolisian terhadap kasus yang sekarang ini juga marak terjadi terhadap kalangan selebriti. Yaitu, mucikari. Daeng Aziz, sebelum diketahui melakukan pencurian listrik untuk kafenya juga mengalami kasus pendugaan mucikari. Sepertinya Daeng Aziz tidak jera dengan pasal yang disangkakan padanya. Daeng Aziz untuk kasus pencurian listirk dikenakan Pasal 51 Ayat 3 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dijelaskan dalam pasal tersebut jika Daeng Aziz sudah terbukti bersalah, maka akan terkena ancaman penjara selama tujuh tahun bersama denda yang harus dibayarkan sebesar dua koma lima milyar rupiah.

Daeng Aziz Bersikuku Membayar Listrik Setiap Bulan
Pemberitaan pun menjelaskan bahwa ada penuturan Daeng Aziz yang mengaku melakukan pembayaran listrik setiap bulan. Hal itu dituturkan oleh Pengacara Daeng Aziz, Rasman. Hanya saja sang pengacara tidak mengetahui berapa besar biaya pembayaran listrik yang dibayarkan oleh kliennya itu.

Tindakan Kriminal Daeng Aziz yang Tidak Main-main
Daeng Aziz bukanlah orang yang biasa. Sepertinya pria satu ini begitu lihai menutupi tindakan kriminal yang dimainkannya. Hanya saja akhirnya segala tindakan kriminal Daeng Aziz terungkap. Termasuk ditemukannya anak panah dan senjata tajam yang berjumlah ratusan. Seperti yang dijelaskan oleh Kombes Krishna Murti selaku Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Daeng Aziz adalah sosok yang banyak terlibat banyak tindakan kriminal. Dan terkait dengan benda-benda berbahaya dan tidak berijin yang ditemukan di kafe Intan milik Daeng Aziz, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Meskipun pihak Daeng Aziz sendiri menyatakan pendapat bahwa itu bukan benda-benda miliknya.

Atas Kasus Daeng Aziz, PLN Diminta untuk Lebih Waspada dan Awas
Kasus Daeng Aziz ini juga menjadi pembelajaran terhadap PLN agar lebih waspada terhadap pencurian listrik. Bisa jadi tidak hanya Daeng Aziz namun juga ada oknum-oknum di daerah lain tidak diketahui melakukan praktik pencurian listrik. Sebab jika kerugian listrik diperoleh hingga ratusan milyar rupiah, pihak PLN tentu termasuk lamban dalam mengetahui dan menyelidiki terhadap adanya penyalah-gunaan terhadap meteran listrik di beberapa daerah.
Polisi sampai ini terus melakukan penyelidikan atas kasus yang kompleks dilakukan oleh Daeng Aziz. Penguasa Kalijodo yang mencuri listrik dan melakukan tindakan kriminal lain ini memang tidak dapat begitu saja lolos dari jeratan hukum. Jika bukti sudah berbicara, maka sebaiknya aparat penegak hukum segera memberikan ganjaran yang setimpal atas perbuatan salah yang dilakukan oleh Daeng Aziz.
Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment