Bocoran Potongan Transkrip Rapat DPR Mengenai LGBT

BukaIndo.com - Topik LGBT sudah beberapa minggu ini tetap menjadi topik yang panas, banyak yang pro dan banyak yang kontra bahkan lebih ekstrim bila diminta komentarnya mengenai kaum LGBT. Boleh anda ternyata sendiri ternyata ada anggota DPR LGBT yang tidak pro dan malahan cenderung kontra. Berikut ini potongan bocoran transkrip rapat anggota DPR mengenai hal LGBT.

Evita Nursanty (PDIP):
Saya apresiasi kebijakan OTT Pak Rudiantara. Anda harus lebih tegas lagi. Coba tiru China. Google, Facebook, tunduk sama pemerintah China. Pemerintah China juga support besar untuk aplikasi local. Ya memang kita tak mungkin sehebat China, tapi bagusnya ditiru. Satu lagi Pak Rudi, juga tegas dalam hal LGBT. Ini meresahkan. Kalau FB secara terang-terangan dukung LGBT, ya ditertibkan. Itu tidak sesuai budaya kita.

El Nino (Gerindra):
LGBT ini mengkhawatirkan Pak Rudi. Hitunglah saya sering selalu disindir melambai, tapi saya tidak LGBT. Saya punya istri, punya anak. Jadi saya tak percaya adanya gay dan LGBT. Ya mereka harus disembuhkan.
Youtube-lah, FB lah, dua-duanya mudah menyampaikan hal-hal konten yang amat pro LGBT. Ini harus dilarang. Saya pernah lihat video atau film buatan, yang katanya, dibuat para gay di Indonesia. Itu menjijikkan sekali tayangannya. Mereka (LGBT) harus diajak sembuh, bukan dibiarkan menyebarkan ke-LGBT-an nya.


TB Hasanudin (PDIP):
Kita harus memanusiawikan LGBT, bapak ibu. Harus diajak sembuh, karena menurut pandangan say pribadi, LGBT itu penyakit menular.

Sukamta (PKS):
Masalah LGBT bukan sebatas karena kita di “Timur”. Kalangan agama di “Barat” sana juga masih terus berdebat tentang LGBT. Tapi secara pribadi saya amat prihatin. Prihatin, karena Yogya, dapil saya, ada LSM LGBT. Ini kan mengkhawatirkan. Saya juga merujuk riset ilmiah, seorang antropolog UI tapi saya lupa namanya, meneliti bahwa kaum LGBT mengincar anak SMA-SMA di Jakarta yang tidak mampu dan baru saja lulus, sebagai target potensial penyebaran LGBT. Ini kan membahayakan. Saya tahu bahwa internet tak bisa dibendung, tapi bisa dikontrol. Termasuk mengontrol konten-konten yang terkandung promote LGBT. Tirulah China yang amat keras mengontrol konten berbahaya atau yang bernuansa LGBT. Jangan Cuma FB atau Youtube. LINE, Whatsapp juga harus dikontrol pemerintah, Pak Rudi. Pak Rudi, sikap anda yang mempersoalkan emoji LINE sudah benar, jangan pedulikan omongan orang. Saya khawatir, jika dibiarkan, 20 tahun mendatang akan makin banyak generasi muda kita terjangkit LGBT.

Purnawirawan Supiadin (Nasdem):
LGBT itu penyakit kelainan jiwa. Bukan genetis. Makanya ada isu LGBT ini ditularkan. Agar makin besar komunitasnya. Ini membahayakan. Maka pemerintah harus lebih keras dalam filter konten yang dinilai bernuansa LGBT. Saya juga mempermasalahkan emot di LINE yang justru mengkampanyekan LGBT seperti dipersoalkan Pak Sukamta. Itu harus dilarang. Anda (Pak Menteri) harus tegas pada semua kantor asing, semua jasa aplikasi luar negeri, agar mereka tahu bahwa mereka beroperasi di Indonesia, di negara yang masih menjunjung budaya ketimuran.

Rachel Maryam (Gerindra):
Saya setuju dengan rekan saya sefraksi Pak Nino. Juga setuju pendapat anggota komisi 1 lainnya. Pak Menteri, juga KPI, harus lebih tegas dan lebih ketat dalam filter tayangan apapun medianya jika terkait atau bernuansa LGBT.

Effendi Simbolon (PDIP):
Semua agama jelas dengan tegas menolak LGBT. Tapi kita harus memperlakukan LGBT dengan manusiawi.

Fayakhun Andriadi (Golkar):
Saya resah dengan LGBT ini. Banyak MC atau pengisi acara di TV yang banci. Ini meresahkan bagi saya. Tolong KPI lebih keras mengatur atau mengeur stasiun TV, tolong ya pengisi acaranya ditertibkan. Tolong Pak Menteri lebih keras mengatur konten-konten di internet, di-filter, supaya hal-hal berbau LGBT tak tersebarluas.

Charles Honoris (PDIP):
Saya setuju dengan pak Effendi teman saya sefraksi. Saya paham LGBT ini menyimpang. Tapi tolong sekali jangan ada kekerasan. Saya mendengar ada pengusiran dari rumah terhadap orang-orang pengidap LGBT. Ini kan justru membahayakan. Mereka jangan diusir, tapi dibantu sembuh. Pemerintah harus memperhatikan hal ini.

Budi Youyastri (PAN):
Saya sependapat bahwa pemerintah harus lebih tegas dalam hal memblokir atau melarang konten terkait LGBT. Melarang segala hal penyiaran yang berbau LGBT.

Irine Roba (PDIP):
Saya harap KPI jangan melupakan konten budaya daerah. TV-TV harus diminta lebih banyak menampilkan budaya daerah.


Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment