Dari Menteri Susi Sampai Ahok, Petinggi Negara yang Jadi Lawan Ratna Sarumpaet


BukaIndo.com - Suasana panggung politik di Jakarta sedang memanas beberapa bulan terakhir. Meski baru digelar tahun depan, pemilihan gubernur DKI Jakarta terus diwarnai berita-berita mengejutkan. Termasuk dari Ratna Sarumpaet yang dikenal sebagai seniman, sekaligus salah satu aktivis pembela HAM. Belakangan ini, Ratna juga kerap melontarkan pandangannya terhadap dunia politik dengan cara keras dan tegas. Salah satu target baru yang dikritisi oleh Ratna adalah Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Menyesal Karena Pernah Mendukung Ahok
Ratna Sarumpaet baru-baru ini menyatakan penyesalannya karena pernah mendukung Ahok sebagai wakil saat Jokowi jadi gubernur di Jakarta. Ketua dari Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) ini menyatakan kalau Ahok tidak pantas memimpin ibu kota. Alasannya, salah satu kandidat terkuat dalam bursa Pilkada DKI Jakarta tersebut tidak berpegang pada Bhineka Tunggal Ika. Gaya bicara Ahok yang ceplas-ceplos serta kasar dinilai Ratna tidak cocok kalau dipraktikan oleh seorang petinggi negara.

Dilansir dari Tempo.co, Ratna Sarumpaet mengatakan kalau Ahok juga sombong dan enggan belajar dari budaya masyarakat yang dia pimpin. Tidak sampai di situ, Ratna juga sampai membuat sebuah gerakan bernama #LawanAhok. Sesuai dengan namanya, Ratna akan mengumpulkan orang-orang yang punya satu tujuan dengannya, yakni menghalangi Ahok supaya tidak memimpin di Jakarta lagi. Bahkan, dia tak segan menuduh kalau Ahok bekerjasama dengan Agung Podomoro dalam penggusuran Kampung Pulo.

Adu Kicauan dengan TNI AU di Twitter
Meski telah diserang pendukung Ahok dari beragam sudut, Ratna Sarumpaet sepertinya tidak kehabisan amunisi. Di pertengahan bulan Maret 2016, wanita berdarah Batak tersebut menuding kalau Ahok telah membeli KPK, Tentara, serta Polisi. Dengan santai, pihak TNI AU menanggapi tuduhan tadi lewat akun Twitter mereka, @_TNIAU, dengan pertanyaan, “Bu @RatnaSpaet pegang kwitansinya? Boleh lihat Bu?” pada tanggal 12 Maret 2016. Lantas, Ratna dengan cepat menanggapi kicauan dari TNI AU tersebut. Menurutnya, TNI tidak melihat konteks dan asumsinya muncul karena TNI seharusnya melindungi negara, bukan penggusuran. TNI pun merespons kicauan Ratna dengan menyoroti kata asumsi dan istilah OMP serta OMSP yang terdapat pada UU No. 34/2004 tentang TNI. Ratna tetap tidak mau kalau dan terus menanggapi. Pada akhirnya, TNI AU menutup debat tersebut dengan meminta Ratna untuk meng-adjusted asumsinya dengan UU yang berlaku di Indonesia.

Jokowi dan Menteri Susi pun Kena Serangan
Petinggi negara lain yang pernah mendapat serangan Ratna Sarumpaet adalah Jokowi dan Menteri Susi. Menurut Ratna, ada konglomerat hitam yang selama ini mendukung Jokowi. Tidak sampai di situ, Ratna  menganggap kalau Presiden Republik Indonesia tersebut hanya dapat melakukan pencitraan di depan masyarakat. Bahkan dia berpikir kalau Jokowi kurang cakap untuk memerintah Tanah Air. Sikap Jokowi yang tampak mudah diperdaya dan tak mengetahui etika juga berbahaya. Ratna pun mengungkapkan kalau sikap tadi dapat dimanfaatkan oleh oknum yang berkepentingan dari dalam dan luar negeri.

Ratna Sarumpaet juga menyerang Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Dalam satu twitwar, Ratna berkicau kalau Menteri Susi dinilai salah dalam mengambil sebuah kebijakan kendati. Dia bahkan pernah mengirim sebuah tautan berisi berita tentang oknum nelayan yang menyambi sebagai penyalur togel gara-gara kebijakan yang diambil menteri tersebut. Di sisi lain, Menteri Susi tidak ambil pusing dengan tuduhan tadi dan memblok akun Twitter milik Ratna Sarumpaet.


Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment