Perseteruan Ahok dan Ratna Sarumpaet

BukaIndo.com - Basuki Cahaya Purnama atau yang kerap dipanggil Ahok memang selalu menjadi kontroversi baik bagi kawan maupun lawannya. Terlebih dengan suasana panas gaung Pilkada DKI 1 yang akan diselenggarakan 2017 nanti, maka tak pelak Ahok pun menjadi incaran pemberitaan. Ahok sendiri memang berniat untuk maju kembali dalam pemilihan Gubernur Jakarta di tahun depan. Dan keinginannya tersebut mendapatkan berbagai macam respon. Respon positif dari pendukungnya dan respon negatif dari lawan-lawannya. Sampai saat ini belum diketahui apakah Ahok maju mewakili partai atau secara independen.

Namun bukan hanya soal majunya Ahok ke Pilkada 2017 saja menjadi berita, salah satu pemberitaan panas yang sedang mengikuti Ahok saat ini adalah pertikaiannnya dengan aktivis Ratna Sarumpaet. Ratna Sarumpaet baru-baru ini mendatangi DPR khususnya menghadap kepada Komisi Hukum untuk mengadukan masalah pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pemerintan Provinsi DKI. Ratna tidak datang sendiri melainkan bersama teman-temannya yang tergabung dalam Komunitas Sosial Peduli Jakarta. Kedatangan Ratna pun disambut oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo dan Benny Kabur Harman.

Ratna menolak jika pengaduannya ini untuk menjegal langkah Ahok menuju DKI 1. Ia justru menginginkan para calon gubernur DKI tidak ada yang terkait masalah hukum, terutama korupsi. Bahkan jika ada calon lain yang dicurigai melakukan korupsi, Ratna akan mempersoalkannya juga. Menurutnya permasalahan Rumah Sakit Sumber Waras ini masih belum selesai dan akan lebih baik jika Ahok serta pihak-pihak lain yang terkait mau diperiksa oleh KPK.

Hal ini terkait dengan audit BPK terhadap pembelian Rumah Sakit Sumber Waras tahun lalu yang dianggap merugikan keuangan pemerintah daerah ratusan miliar. BPK menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan pembelian lahan tersebut. Tentu hal ini menyeret nama Ahok juga karena dialah pempimpin dari proyek pembelian Rumah Sakit Sumber Waras tersebut. Terlebih Ahok begitu cepat memutuskan membeli lahan rumah sakit tersebut dan kemudian berencana mengubahnya menjadi Rumah Sakit Kanker milik Pemprov DKI, sehingga memicu tanda tanya beberapa pihak.

Namun masalah ini semakin berkembang dengan adanya komentar dari Ratna Sarumpaet bahwa Ahok telah membeli KPK, TNI serta Porli untuk melindungi dirinya selama menjadi gubernur. Karena hingga saat ini masalah Rumah Sakit Sumber Waras tidak bisa diselesaikan dengan tuntas. Selain itu Ratna juga menyesalkan jika permasalahan ini disangkut pautkan dengan SARA yang efeknya malah menyebabkan perpecahan di antara masyarakat. “Kami cuma mempermasalahkan 1 hal, jangan diseret kemana-mana,” tegas Ratna.

Ahok tanggapi dingin pernyataan Ratna Sarumpaet
Bukan Ahok namanya jika hanya diam menghadapi statement-statement yang menyerang dirinya. Menanggapi pernyataan Ratna, Ahok malah balik menyindirnya. Menurutnya apa yang dikatakan Ratna itu hanyalah fitnah. Dari dulu pun Ahok sadar bahwa Ratna Sarumpaet bukanlah termasuk barisan pendukungnya, sehingga ia tidak terlalu ambil pusing dengan pernyataan Ratna. “Saya malah berterima kasih sama Ratna Sarumpaet, dia anggap Ahok itu hebat dan kaya ya,” cetusnya.

Bahkan Ahok pernah berkata bahwa Ratna Sarumpaet dari dulu mendukung Foke. Ahok pernah mendatangi kediaman Ratna untuk meminta dukungan namun nyatanya bukan sambutan hangat yang didapat. Karena itu Ahok pun tidak heran jika sekarang Ratna berada di kubu seberang. Malah kabarnya Ratna berencana membuat tim kerja untuk menghalangi langkah Ahok di Pilkada Jakarta 2017 nanti.

Perseteruan Ahok dan Ratna dulu sempat memanas ketika menyangkut masalah relokasi warga Kampung Pulo di tahun lalu. Ratna menyampaikan ketidak setujuan relokasi tersebut di sebuh forum yang bertajuk “Lawan Ahok”. Dan sekarang pun perseteruan mereka kembali mewarnai di awal hingar bingar Pilkada Jakarta 2017.


Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment