Warga Kamboja Meninggal Setelah Makan Daging Anjing Terkontaminasi

BukaIndo.com - Lima orang warga Kamboja meninggal dunia dan banyak yang jatuh sakit karena memakan daging anjing yang terkontaminasi, di provinsi pedalaman dimana daging anjing dianggap sebagai makanan yang mahal.


Image Source: Wikipedia
Kejadian keracunan makanan diawali setelah seorang pria tua berumur 76 tahun bernama Chea Reth membeli daging anjing dari tetangganya. Dia meninggal beberapa jam setelah memasak dan mengkonsumsi daging tersebut, menurut Kong Kimny, gubernur wilayah Snoul di provinsi Kratie bagian timur laut dimana bencana ini terjadi.

Saat pemakaman, diantara para tamu banyak yang mengkonsumsi daging anjing yang disediakan, mereka langsung dilarikan ke rumah karena keracunan makanan. Empat orang lainnya termasuk dua pria dan dua wanita, telah meninggal dunia dengan penyebab yang sama.



Warga daerah ini sering memakan daging anjing tetapi tidak pernah mengalami masalah seperti saat ini. Hal ini merupakan kasus pertama yang mereka alami. Ada sekitar 30 warga desa yang sekarang dirawat di rumah sakit, dengan sembilan masih membutuhkan perawatan intensif. Pemerintah meminta warga yang mengkonsumsi daging anjing untuk datang melakukan medical check-up.


Kamboja termasuk negara miskin sehingga kurangnya standar kesehatan dan keselamatan dalam kasus keracunan makanan secara massal ini, meskipun kematian pada skala seperti ini jarang terjadi. Daging anjing sangat populer di beberapa provinsi pedalaman di Kamboja sebagai makanan lezat, terutama bila dikonsumsi dengan homebrew white sticky wine.

Para aktivis mendesak diakhirinya perdagangan daging anjing yang sangat populer di Laos, Vietnam dan Cina. Penggemar daging anjing mengatakan daging anjing seperti daging babi tetapi lemaknya lebih sedikit dan sangat lezat bila dimasak sampai garing.
Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment