Pelayanan Yang Mengecewakan di Restoran Motel Mexicola

BukaIndo.com - Pengalaman ini merupakan hal yang sama sekali tidak dibuat-buat atau dilebih-lebihkan. Saya sebagai warga Indonesia yang berdomisili di Los Angeles banyak belajar bagaimana untuk tidak membeda-bedakan sesama manusia hanya berdasarkan ras, agama, orientasi seksual atau apapun bentuknya. Setahun sekali saya berusaha untuk mengunjungi tanah air demi rasa kangen yang sangat kepada keluarga, teman dan makanan Indonesia.
Tanggal 24 Juni 2016 saya bersama kedua teman saya mengunjungi restoran bernama Motel Mexicola di Seminyak, Bali. Kita datang kira-kira jam 2 siang dan suasana tidak ramai sama sekali alias sepi. Hostess yang bertugas saat itu memberikan meja yang sangat rendah (coffee table) dan dengan alasan kami mau sharing food for lunch saya meminta untuk diberikan meja lain malah diberikan meja panjang yang harus berhadapan face to face dengan orang lain. Saya meminta untuk diberikan meja di bar di bagian pojok tetapi dibilang itu khusus buat yang reserve table (ada 3 orang bule duduk di bar) dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke coffee table.
Coffee table yang seharusnya bukan untuk menikmati makan siang

Sepuluh menit setelah order, ada 3 orang yang duduk dipojokan selesai dan saya meminta Rusdiawan (wait staff) untuk pindah ke meja panjang bagian pojok karena coffee table sangat tidak convenient untuk sharing food (teman saya yang disebelah kanan saya harus berdiri untuk mengambil makanan) tetapi permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Rusdiawan dengan alasan makanan sudah diinput di komputer dan tidak bisa dipindah.


Minta pindah ke table ini tidak boleh juga
Setelah semua makanan dan minuman datang, pelayanan yang diberikan sangatlah berbeda antara meja kami dengan meja orang asing. Para pelayan di restoran ini melayani meja orang asing dengan penuh senyum, sedangkan di meja kami seperti dianak tirikan. Contohnya saat meminta ekstra tortilla saya harus meminta berulang kali ke pelayan yang berbeda karena sepertinya permintaan sebelumnya kurang digubris. Waiter kami juga tidak pernah mengecek apakah kita butuh atau kurang sesuatu. Sangat disayangkan perbedaan pelayanan yang diberikan antara turis lokal dan turis asing. Employees di restoran ini harus tau bahwa customers itu merupakan alasan restoran mereka masih bisa bertahan selama ini, jangan dibeda-bedakan karena kita turis lokal dan merajakan turis asing.



Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment