Komnas Perempuan: Kehidupan Seks Orang Lain Bukan Urusan Negara

BukaIndo.com - Komisi Nasional Perempuan atau yang biasa disingkat Komnas Perempuan telah menyatakan ketidak setujuannya terhadap hukum materil diajukan oleh organisasi sipil yang akan mengkriminalisasikan seks di luar nikah, mengatakan bahwa hal tersebut sangat pribadi dan tidak memerlukan ijin dari negara.

Seks bukan merupakan tindak pidana, "Hal itu adalah konsensual dan tidak mengakibatkan salah satu pihak menjadi korban", kata Ketua Komnas Perempuan Azriana di Mahkamah Konstitusi hari Selasa lalu.

"Ini pilihan orang untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah. Biarlah itu menjadi urusan pribadi antara mereka dan Allah," katanya dalam sidang terbaru dari hukum materil dalam mereview KUHP, jika disetujui akan melarang seks diluar nikah dan hubungan seks sesama jenis.

"Seks di luar nikah adalah masalah moral dan tidak semestinya negara ikut campur dalam kehidupan seks warganya," ungkap Azriana.

Azriana juga mengungkapkan kekhawatirannya jika hakim mengabulkan permohonan itu karena akan mengkriminalisasi pasangan yang pernikahannya tidak terdaftar dengan negara alias nikah sirih. Untuk mendukung argumennya Komnas Perempuan akan menyajikan pasangan yang memegang keyakinan tradisional dan tidak terafiliasi dengan agama tertentu pada sidang berikutnya.


Materil hukum diajukan oleh Aliansi Cinta Keluarga (Aila), kelompok akademik, yang meminta untuk redefinisi perzinahan, pemerkosaan dan sodomi dalam KUHP. Mereka mengajukan petisi yang meminta untuk melarang setiap hubungan seksual di luar pernikahan, termasuk hubungan sesama jenis.

Azriana bersikeras mengatakan bahwa permintaan mereka tidak memiliki legal standing dan bila penggugat khawatir tentang kekerasan seksual sebaiknya memberikan saran yang lebih baik kepada anggota parlemen yang sedang merevisi KUHP.


Share on Google Plus

About Voltage Feed

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment